Pagi pagi terdengar
bunyi khas BB ku menandakan ada pemberitahuan dari Fb. Sesaat kemudian kuraih
BB ku dan ku buka, “Ouwh dari kelas menulis rupanya” batinku. Postingan di
kelas menulis selalu menarik untuk dibaca, kali ini tulisan Pak Eko Novianto.
Tulisan dari seorang laki laki yang memaknai cintanya kepada seorang perempuan
yang dinikahinya. Berikut tulisan sok tahuku.
Membaca judulnya saja
sudah membuatku tersenyum...hehe...”mencintaimu adalah tugasku” demikian
judulnya. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata tugas adalah :
- Sesuatu yg wajib dikerjakan atau yg ditentukan untuk
dilakukan atau
- pekerjaan yg menjadi tanggung jawab seseorang
Tugas itu adalah
tugas mencintai, artinya adalah mewajibkan diri untuk mencintai istri,
menentukan pekerjaan mencintai istri untuk dilakukan, menjadikan pekerjaan
mencintai istri sebagai tanggung jawabnya.
Baris demi baris
kubaca, senyumku tambah lebar, ada rasa salut juga geli. Salut karena menurutku
tidak mudah bagi seorang laki-laki pasang mata kuda fokus kepada seseorang yang
dinikahinya. (semoga aq tidak di lempar sandal dengan pernyataanku ini hee).
Geli, karena Pak Eko ini menggambarkan begitu polosnya mencintai istrinya
meskipun istrinya hitam, gemuk, dibilang miskin, juga dibilang bodoh. (semoga
Istri Pak Eko gak ngambeg dibilang begitu hihi). Geli juga karena melihat Pak
Eko keliatan nggombalnya. (Maaf Pak Eko, hehe semoga Pak Eko tidak marah
kubilang nggombal hee).
Disi lain aku membayangkan
diriku juga, bahwa aku juga persis seperti yg digambarkan Pak Eko ; tidak kaya,
hitam, gemuk, tidak pintar juga (maap yaa saya lebih suka memakai kata tidak
kaya dan tidak pintar...hee...). Langsung “Ting” terlintas di otakku, ”Beliauku
harus baca niy”. :D BB langsung ku serahkan kepada Beliauku yang ada
didepanku,
“Pah, Tolong baca yaa
!” kataku sambil senyum-senyum menatap matanya.
“Wah ini nihh” sahut
beliauku sambil tertawa “pasti niy”, lanjutnya. Beliauku sudah hapal bila ada
postingan yang menguntungkanku pasti begitu reaksi istrinya :P
“Nah benerkan, kalo
menguntungkan disuruh baca” katanya sambil tertawa.
“Sampai selesai!”
sahutku pura pura melotot hee
“Iya sampai .....25
september 2013”, jawabnya masih dengan ketawa.
Hehehe.....aku tertawa
senang...:P :D
Berikut dibawah ini
adalah sajak lengkap tulisan Pak Eko Novianto temenku sekelas di kelas menulis
:D (Pak Eko jangan marah yaa ku bilang temen sekelas :D )
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Mencintaimu Adalah Tugasku!
Ketika aku menikahimu, mulai saat itulah aku punya tugas baru.
Ketika aku menikahimu, mulai saat itulah aku punya tugas baru.
Tugas baru itu adalah mencintaimu.
Mencintaimu adalah tugasku.
Mencintaimu adalah tugasku.
Mencintaimu adalah tugasku.
Itu tidak ada hubungannya dengan dirimu.
Kamu boleh hitam, dan tugasku adalah mencintaimu.
Mungkin kamu dibilang miskin, tapi tugasku adalah
mencintaimu.
Kamu boleh gemuk, dan tugasku adalah mencintaimu.
Kamu boleh dibilang bodoh, dan tugasku adalah mencintaimu.
Kamu boleh diragukan oleh jagad,dan tugasku adalah
mencintaimu.
Mencintaimu
adalah tugasku.
Mencintaimu adalah tugasku.
Mencintaimu adalah tugasku.
Itu
tidak ada hubungannya dengan dirimu.
Kalau
kamu mempercantik diri, kalau kamu menjaga keindahanmu, kalau kamu memintarkan
diri, kalau kamu menyejukkanku, kalau kamu selalu berusaha memikatku, dan kalau
kamu selalu berusaha membuatku terpesona, itu sebenarnya tidak ada gunanya.
Karena
mencintaimu adalah tugasku.
Sejak aku menikahimu, tugasku adalah mencintaimu.
Kuningan, 25 September 2013
Sejak aku menikahimu, tugasku adalah mencintaimu.
Kuningan, 25 September 2013
------------------------------------------------------------------------------------
Bagaimana pendapat
sahabat pembaca setelah membaca tulisan Pak Eko ?
“Wouuww” itulah kata
yang keluar dari mulut ini hehe....
Selanjutnya, saya
merasa ada beberapa hal yang menggelitik hati ini dan bagus untuk kita kaji
bersama, berikut dibawah ini adalah beberapa point yang bisa saya tangkap :
Kepada para istri
- Silakan
tunjukkan kepada suami anda tulisan Pak Eko ini. Sangat efektif untuk
mengatakan pada suami tanpa kita harus berkata, “Papa harus mencintai Mama
apapun yang terjadi TITIK!” :D
- Dalam Tulisan
Pak Eko, seakan ingin mengatakan bahwa para Suami kita yang menikahi kita
adalah orang lain yang menerima kita dengan segala kelebihan dan
kekurangan kita, yang sudah memutuskan dengan suka dan rela untuk memasang
mata kuda mencintai kita meskipun banyak perempuan lain yang mungkin
menarik hatinya. Seakan-akan juga mengatakan, bahwa para suami tidak
peduli bagaimana kita, suami tetep pasang mata kuda untuk mencintai kita
saat menikahi kita. Alhamdulillah, kata itulah yang harusnya para istri
ucapkan dengan penuh rasa syukur, ada seseorang yang rela berkorban untuk
kita yang penuh kekurangan ini disamping kelebihan-kelebihan yang kita
miliki. Maka, cintailah para suami dengan sepenuh cinta.
- Meskipun Suami mencintai kita apa adanya, bukan berarti
kita cuek dengan diri kita. Mari kita lihat bait terakhir .........bait
itu meski mengatakan seperti itu, hendaknya para istri menyadari bahwa itu
bermakna sebaliknya. Artinya secara implisit bait itu mengarahkan istri
untuk mempercantik diri, menjaga keindahannya, memintarkan diri,
menyejukkan, memikat juga mempesonakan. Meskipun bisa jadi para suami
terima bagaimanapun kondisi kita apa adanya, apa salahnya sih kita
memberi hadiah kepada suami dengan membuat diri kita para istri seperti
hal tersebut diatas ? Yakin deh gak ada satu suamipun yang
menolaknya. J
Kepada para suami
- Sangat mudah kan membuat istri senang, cukup mengasah
kepintarannya menggombal. :D (sekali lagi semoga aq gak dilempar sepatu
sendal dengan pernyataan saya ini heee)
- Meskipun sajak itu ditulis oleh seorang suami,
sebenernya akan bermakna sama bila ditulis oleh seorang istri. Jadi
silakan dibayangkan bahwa itu adalah tulisan istri anda untuk anda.
Memangnya hanya suami yg rela menyerahkan dirinya untuk mencintai istri?
Istri juga demikian lhoh, bahkan bisa jadi banyak yang lebih baik dari
anda tetapi istri tetap menerima anda apa adanya. Betulkan kata saya ?
(takut dilempar sepatu..hihi) Maka cintailah istri dengan sepenuh
cinta. J
- Poin tiga ini
kurang lebih sama dengan point 3 untuk para istri, hendaknya juga
meng-indahkan memikat mempesonakan diri juga memintarkan diri untuk
menjadi suami yang lebih baik. Itu dilakukan agar suami tampak indah dan
agar tambah gagah dimata istri. Memintarkan diri agar bertambah sukses
dalam kehidupan ini. Suami yang sukses tentu akan lebih membahagiakan
semuanya bukan ?
- ..
Adakah tambahan
? J Tulisan sok tahu ini
ditulis sebagai tugas dari kelas menulis agar tidak di marahi Bunda Guru.....:P :D Terimakasih Pak Eko,
karena tulisan anda, saya jadi terisnpirasi untuk membuat tugas tulisan Bunda
Guru... J
Subhanallah...kenapa harus dipelototi baru keluar kritisnya...ayooo bu Rti punya potensi jadi penulis handal...sungkem pak eko juga biar bisa ikuti jejaknya, walaupun super sibuk, masih terus menulis buku.
BalasHapusTerimakasih Bunda Guru atas suportnya....:D Semoga menjadi penulis handal menjadi kenyataan..Aamiin...:)
HapusDuuhh...kapan yaa ketemu Ustadz Eko untuk sungkem...hehe