Kamis, 06 Februari 2014

Kelas Menulis: Tulisan Sok Tahuku Tentang Sajak Pak Eko Yang Menggelitik



Pagi pagi terdengar bunyi khas BB ku menandakan ada pemberitahuan dari Fb. Sesaat kemudian kuraih BB ku dan ku buka, “Ouwh dari kelas menulis rupanya” batinku. Postingan di kelas menulis selalu menarik untuk dibaca, kali ini tulisan Pak Eko Novianto. Tulisan dari seorang laki laki yang memaknai cintanya kepada seorang perempuan yang dinikahinya. Berikut tulisan sok tahuku.

Membaca judulnya saja sudah membuatku tersenyum...hehe...”mencintaimu adalah tugasku” demikian judulnya. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata tugas adalah :
  1.  Sesuatu yg wajib dikerjakan atau yg ditentukan untuk dilakukan atau
  2.  pekerjaan yg menjadi tanggung jawab seseorang
Tugas itu adalah tugas mencintai, artinya adalah mewajibkan diri untuk mencintai istri, menentukan pekerjaan mencintai istri untuk dilakukan, menjadikan pekerjaan  mencintai istri sebagai tanggung jawabnya.

Baris demi baris kubaca, senyumku tambah lebar, ada rasa salut juga geli. Salut karena menurutku tidak mudah bagi seorang laki-laki pasang mata kuda fokus kepada seseorang yang dinikahinya. (semoga aq tidak di lempar sandal dengan pernyataanku ini hee). Geli, karena Pak Eko ini menggambarkan begitu polosnya mencintai istrinya meskipun istrinya hitam, gemuk, dibilang miskin, juga dibilang bodoh. (semoga Istri Pak Eko gak ngambeg dibilang begitu hihi). Geli juga karena melihat Pak Eko keliatan nggombalnya. (Maaf Pak Eko, hehe semoga Pak Eko tidak marah kubilang nggombal hee).

Disi lain aku membayangkan diriku juga, bahwa aku juga persis seperti yg digambarkan Pak Eko ; tidak kaya, hitam, gemuk, tidak pintar juga (maap yaa saya lebih suka memakai kata tidak kaya dan tidak pintar...hee...). Langsung “Ting” terlintas di otakku, ”Beliauku harus baca niy”. :D  BB langsung ku serahkan kepada Beliauku yang ada didepanku,
“Pah, Tolong baca yaa !” kataku sambil senyum-senyum menatap matanya.
“Wah ini nihh” sahut beliauku sambil tertawa “pasti niy”, lanjutnya. Beliauku sudah hapal bila ada postingan yang menguntungkanku pasti begitu reaksi istrinya :P
“Nah benerkan, kalo menguntungkan disuruh baca” katanya sambil tertawa.
“Sampai selesai!” sahutku  pura pura melotot hee
“Iya sampai .....25 september 2013”, jawabnya masih dengan ketawa.
Hehehe.....aku tertawa senang...:P :D

Berikut dibawah ini adalah sajak lengkap tulisan Pak Eko Novianto temenku sekelas di kelas menulis :D (Pak Eko jangan  marah yaa ku bilang temen sekelas :D )
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Mencintaimu Adalah Tugasku!

Ketika aku menikahimu, mulai saat itulah aku punya tugas baru.
Tugas baru itu adalah mencintaimu.
Mencintaimu adalah tugasku.

Mencintaimu adalah tugasku.
Itu tidak ada hubungannya dengan dirimu.
Kamu boleh hitam, dan tugasku adalah mencintaimu.
Mungkin kamu dibilang miskin, tapi tugasku adalah mencintaimu.
Kamu boleh gemuk, dan tugasku adalah mencintaimu.
Kamu boleh dibilang bodoh, dan tugasku adalah mencintaimu.
Kamu boleh diragukan oleh jagad,dan tugasku adalah mencintaimu.
Mencintaimu adalah tugasku.

Mencintaimu adalah tugasku.
Itu tidak ada hubungannya dengan dirimu.
Kalau kamu mempercantik diri, kalau kamu menjaga keindahanmu, kalau kamu memintarkan diri, kalau kamu menyejukkanku, kalau kamu selalu berusaha memikatku, dan kalau kamu selalu berusaha membuatku terpesona, itu sebenarnya tidak ada gunanya.
Karena mencintaimu adalah tugasku.

Sejak aku menikahimu, tugasku adalah mencintaimu.

Kuningan, 25 September 2013
------------------------------------------------------------------------------------

Bagaimana pendapat sahabat pembaca setelah membaca tulisan Pak Eko ?
“Wouuww” itulah kata yang keluar dari mulut ini hehe....
Selanjutnya, saya merasa ada beberapa hal yang menggelitik hati ini dan bagus untuk kita kaji bersama, berikut dibawah ini adalah beberapa point yang bisa saya tangkap :

Kepada para istri
  1. Silakan tunjukkan kepada suami anda tulisan Pak Eko ini. Sangat efektif untuk mengatakan pada suami tanpa kita harus berkata, “Papa harus mencintai Mama apapun yang terjadi TITIK!” :D
  2. Dalam Tulisan Pak Eko, seakan ingin mengatakan bahwa para Suami kita yang menikahi kita adalah orang lain yang menerima kita dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, yang sudah memutuskan dengan suka dan rela untuk memasang mata kuda mencintai kita meskipun banyak perempuan lain yang mungkin menarik hatinya. Seakan-akan juga mengatakan, bahwa para suami tidak peduli bagaimana kita, suami tetep pasang mata kuda untuk mencintai kita saat menikahi kita. Alhamdulillah, kata itulah yang harusnya para istri ucapkan dengan penuh rasa syukur, ada seseorang yang rela berkorban untuk kita yang penuh kekurangan ini disamping kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Maka, cintailah para suami dengan sepenuh cinta.
  3.  Meskipun Suami mencintai kita apa adanya, bukan berarti kita cuek dengan diri kita. Mari kita lihat bait terakhir .........bait itu meski mengatakan seperti itu, hendaknya para istri menyadari bahwa itu bermakna sebaliknya. Artinya secara implisit bait itu mengarahkan istri untuk mempercantik diri, menjaga keindahannya, memintarkan diri, menyejukkan, memikat juga mempesonakan. Meskipun bisa jadi para suami terima bagaimanapun kondisi kita apa adanya, apa  salahnya sih kita memberi hadiah kepada suami dengan membuat diri kita para istri seperti hal tersebut diatas ? Yakin deh gak ada satu suamipun yang menolaknya. J
  4.  


Kepada para suami
  1.  Sangat mudah kan membuat istri senang, cukup mengasah kepintarannya menggombal. :D (sekali lagi semoga aq gak dilempar sepatu sendal dengan pernyataan saya ini heee)
  2.  Meskipun sajak itu ditulis oleh seorang suami, sebenernya akan bermakna sama bila ditulis oleh seorang istri. Jadi silakan dibayangkan bahwa itu adalah tulisan istri anda untuk anda. Memangnya hanya suami yg rela menyerahkan dirinya untuk mencintai istri? Istri juga demikian lhoh, bahkan bisa jadi banyak yang lebih baik dari anda tetapi istri tetap menerima anda apa adanya. Betulkan kata saya ? (takut dilempar sepatu..hihi) Maka cintailah istri dengan sepenuh cinta. J
  3. Poin tiga ini kurang lebih sama dengan point 3 untuk para istri, hendaknya juga meng-indahkan memikat mempesonakan diri juga memintarkan diri untuk menjadi suami yang lebih baik. Itu dilakukan agar suami tampak indah dan agar tambah gagah dimata istri. Memintarkan diri agar bertambah sukses dalam kehidupan ini. Suami yang sukses tentu akan lebih membahagiakan semuanya bukan ?
  4.    ..

Adakah tambahan ? Tulisan sok tahu ini ditulis sebagai tugas dari kelas menulis agar tidak di marahi Bunda Guru.....:P :D Terimakasih Pak Eko, karena tulisan anda, saya jadi terisnpirasi untuk membuat tugas tulisan Bunda Guru... J

2 komentar:

  1. Subhanallah...kenapa harus dipelototi baru keluar kritisnya...ayooo bu Rti punya potensi jadi penulis handal...sungkem pak eko juga biar bisa ikuti jejaknya, walaupun super sibuk, masih terus menulis buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Bunda Guru atas suportnya....:D Semoga menjadi penulis handal menjadi kenyataan..Aamiin...:)
      Duuhh...kapan yaa ketemu Ustadz Eko untuk sungkem...hehe

      Hapus